Mengikhlaskan Niat:
Assalamu 'alaikum ikhwan/akhwat fi aina kunta,,,
Salam Sejuta Ummat...........
Dalam kesempatan ini sebelumnya ana mohon maaf yang sebesar-besarnya,bukan sok pinter,ana tak bermaksud sedikitpun menggurui saudara semua,ana cuma sekedar mentadabburi SUNNAH,dan sedikit menulis sebuah pembahasan tentang hadits Arba'in nawawi.
jika ada yang salah dalam tulisan ini mohon koreksinya yaa,karena saran dan kritik saudara sangat berarti bagi ana yang dhaif ini,,
Langsung saja ikhwan/akhwat kita bahas hadits yang pertama,,,,
1.Mengikhlaskan Niat :
عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ .
[رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري وابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة]
Arti Hadits / ترجمة الحديث :
Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.
(Riwayat dua imam hadits,Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab paling shahih yang pernah dikarang) .
Saudaraku Seaqidah muslim/muslimah fillah,,,
Dari hadits diatas memberikan sebuah pelajaran bahwa sesungguhnya Niat merupakan syarat mutlak diterima atau tidak diterimanya amal ibadah kita, dan amal ibadah tidak akan menghasilkan pahala apa-apa tanpa didasari dengan niat yang tulus dan ikhlas(semata-mata hanya mengharap ridhlo Allah ta'ala).Niat itu dilakukan sebelum melakukan amal,letaknya didalam hati.Niat merupakan kunci utama dari semua amal ibadah,seorang mukmin akan mendapatkan ganjaran pahala dr amal ibadahnya jika niatnya benar dan ikhlas semata-mata hanya mengharap keridhaan Allah Swt. karena niat itulah yang membedakan antara amal ibadah dan kebiasaan/rutinitas.
Para Salafus shalih sangat menekankan betapa pentingnya Niat,dan niat itu sendiri merupakan pekerjaan hati dan iman,Ahlus Sunnah Wal jama'ah mengatakan Niat itu adalah meyakini dalam hati,mengucapkan dengan lisan, dan membuktikan/mengiringi dengan amal perbuatan.
Mulai dari sekaran marilah kita perbenahi niat kita hanya karena mengharap keridhaan Allah ta'ala,, semoga apa yang kita lakukan selalu mendapat keridhaan-NYA.aamiin
Wassalamu alaikum Wr.Wb,,,
Tidak ada komentar :
Posting Komentar