Konsep Ke-NU-an

Konsep Ke-NU-an
Manhaj Aswaja

=>>

=>>

Jumat, 18 September 2015

Al-qur'an Sebagai Pedoman Hidup





Assalamu alaikum wr.wb

Ikhwan/akhwat dimanapun berada yang insyaallah dirahmati ALLAH SWT.,,,,,

Tiada lantunan kalimat yang lebih indah melainkan firman-NYA yang maha  Agung,tiada hukum yang lebih adil melainkan al-qur'anul karim,sumber pedoman hidup bagi seluruh alam.

Ayat Al-Qur’an merupakan dalil (petunjuk) kepada kalam nafsi Allah. Dari segi ini, ayat-ayat Al-Quran popular dikenal sebagai dalil-dalil hukum karena merupakan petunjuk kepada hukum yang dikandung oleh kalam nafsi Allah. Oleh karena yang dapat dijangkau oleh manusia hanyalah kalam lafzi Allah dalam bentuk ayat-ayat Al-Qur’an, maka popular di kalangan ahli-ahli Ushul Fiqh bahwa yang dimaksud dengan hukum adalah teks-teks ayat hukum itu sendiri yang mengatur amal perbuatan manusia.

Al-Qur’an adalah kalam Allah Yang Maha Kuasa, pencipta segala sesuatu dari ketiadaan.Al-Qur’an dalam kajian Ushul Fiqh merupakan objek pertama dan utama pada kegiatan penelitian dalam memecahkan suatu hukum. Apa yang menjadi kewajiban manusia adalah untuk berpegang teguh pada kitab suci yang Allah turunkan ini, dan menerimanya sebagai satu-satunya petunjuk hidup. (Moenawar Kholil, 1994: 141-142)

Diantara ciri-ciri khas Al- Quran ialah bahwa ia diturunkan dari Tuhan dengan pengertian dan kata-kata Arabnya seperti yang disebut oleh Al-Quran sendiri :
kami turunkan wahyu berupa Al-Quran yang berbahasa Arab” (QS Yusuf :2)
Ciri khas ini menyebabkan Al-Quran berbeda dari wahyu Tuhan kepada Rasul-rasul sebelum Nabi Muhammad SAW. Juga menyebabkan ia berbeda dengan hadist-hadist Rasul, karena untuk Hadits-hadist hanya pengertiannya saja yang diilhamkan dari Tuhan, sedang kata-katanya adalah dari rasul sendiri.
Ciri khas lain ialah bahwa Al-Quran diriwayatkan dengan bertubi-tubi, masa demi masa, keturunan demi keturunan, tanpa mengalami perubahan atau pemalsuan sama sekali seperti yang dijadikan oleh Tuhan :
Kamilah yang menurunkan Quran dan Kami pula yang menjaganya” (QS Al-Hijr : 9)
Cara periwayatan demikian menimbulkan keyakinandan kepastian tentang kebenaran Al-Quran dari Tuhan yang mengharuskan kita untuk memakai ketentuan-ketentuannya, dengan tidak boleh digantikan dengan ketentuan-ketentuan lain. Keadaan ini disebut  qath’ijjul-wurud. Akan tetapi dari segi-segi pengertian dan maksud sesuatu ayat Al-Quran, maka kadang-kadang menimbulkan  keyakinan tentang kepastian pengertian yang dituju, seperti kata-kata “nisfu” yang tidak bisa diartikan lain kecuali “separo”.  Keadaan ini disebut qath’ijjud-dalalah. Kadang-kadang hanya menimbulkan dugaan kuat pada diri kita tentang kepastian pengertian yang dituju, seperti kata-kata,  qurun yang bisa diartikan “haid” atau “suci”. (A Hanafi, 1970)

عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ قَالَ : قَالَ رَجُلٌ لأُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ : أَوْصِنِي ، قَالَ : ” اتَّخِذْ كِتَابَ اللَّهِ إِمَامًا ، وَارْضَ بِهِ قَاضِيًا وَحَكَمًا ، فَإِنَّهُ الَّذِي اسْتَخْلَفَ فِيكُمْ رَسُولَكُمْ ، شَفِيعٌ مُطَاعٌ ، وَشَاهِدٌ لا يُتَّهَمُ ، فِيهِ ذِكْرُكُمْ وَذِكْرُ مَنْ قَبْلَكُمْ ، وَحُكْمُ مَا بَيْنَكُمْ ، وَخَبَرَكُمْ وَخَبَرُ مَا بَعْدَكُمْ ” .
● Dari Abu al-Aliyah, ia berkata:
 Ada seseorang berkata kepada Ubay bin Ka’ab radhiyallahuanhu (seorang sahabat Nabi) : “Berilah aku wasiat !” Ubay menjawab: “Jadikan Kitabullah (Al-Quran Al-Karim) sebagai imam (yaitu petunjuk dan pedoman hidup),  dan ridhalah terhadap hukum yang diputuskan Al-Qur’an, sesungguhnya Al-Qur’an-lah yang menjadikan Rasul kalian menguasai kalian. Al-Qur’an memberikan syafaat (bagi yang membaca dan mengamalkannya). Al-Qur’an adalah kitab yang ditaati dan saksi yang terpercaya. Di dalam Al-Qur’an disebutkan (kemuliaan dan kejayaan) kalian dan orang-orang sebelum kalian. Al-Qur’an adalah pemutus perselisihan di antara kalian. Dan Al-Qur’an adalah kisah tentang kalian dan orang-orang sesudah kalian.” (Diriwayatkan oleh Abu Nuaim dalam kitab Hilyatul Auliya’ I/253, dan Imam Adz-Dzahabi dalam kitab Siyaru A’laamin Nubala’ I/392).

Demikian faedah ilmiyah dan mau’izhoh hasanah yg dapat saya tuliskan. karena keterbatasan ilmu anna yang masih dhaif ini, Semoga Allah senantiasa memberikan taufiq dan kemudahan kpd kita untuk istiqomah dalam membaca, mempelajari dan mengamalkan Al-Quran serta mendakwahkannya dengan ikhlas dan benar, sesuai sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam hingga akhir hayat. Amiin. 

Salam sejuta ummat....

Wassalamu 'alaikum Wr.Wb

Tidak ada komentar :

Posting Komentar